Baarokallohulaka fiil mauhuubilaka, wa syakartal waahiba, wa balagho asyuddahu, wa ruziqta birrohu.
Semoga Alloh memberikan keberkahan untuk dirimu atas (karunia) yg diberikan kepadamu. Semoga engkau mensyukuri Yang Maha Memberi hingga sang anak menjadi dewasa dan menjadi anak yang berbakti.
Jawabannya (atas orang yg mengucapkan doa di atas kepada kita) :
Baarokallohulaka wa baaroka’alaika, wa jazaakallohu khoiron, wa rozaqokallohu mitslahu, wa ajzala tsawaabaka.
Semoga Alloh memberikan berkahNya kepadamu dan dalam segala yang engkau miliki. Semoga Alloh membalas untukmu kebaikan yang banyak dan memberikan (karunia) tang sama kepadamu. Semoga Alloh pun berkenan melipat gandakan pahalamu.
*). Lihat Al-Adzkaar oleh An-Nawawi hal.349. Lihat juga Shahih Al-Adzkaar Lin-Nawaawi, oleh Salim Al-Hilali II/713
Tidak terdapat satu hadits pun dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang ucapan selamat, dan tidak ada sesuatu pun kecuali atsar yang diriwayatkan dari para tabi’in, di antaranya:
Dari Hasan Al-Bashri rahimahullah, bahwasanya ada seseorang yang bertanya kepadanya, “Bagaimana cara saya mengucapkan ucapan selamat (kelahiran)?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah olehmu,
جَعَلَ اللهُ مُبَارَكًا عَلَيْكَ وَ عَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ
Ja’alallahu mubaarokan ‘alaika wa ‘ala ummati MuhammadinArtinya, “Semoga Allah menjadikannya anak yang diberkahi atasmu dan atas umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam”
(Atsar ini hasan, dikeluarkan oleh Imam Thabrani).”
Atsar-atsar seperti ini jauh lebih baik daripada apa yang kami lihat berupa ucapan yang diada-adakan yang bisa digunakan pada hari ini. Dan tidak seorang pun di antara ahlul ilmi yang memperbolehkannya. Akan tetapi bersamaan dengan itu kami tidak melazimkan (membiasakan) memberi ucapan selamat seperti di atas, layaknya amalan itu disebutkan oleh sebuah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Tidak juga kami menjadikannya seperti dzikir-dzikir yang lain yang telah pasti di dalam as-Sunnah. Maka barangsiapa yang mengucapkannya pada suatu kali, tidak mengapa. Adapun yang tidak mengucapkannya maka tidak ada ruginya.
Sedangkan doa yang bisa dibaca setiap saat agar anak-anak kita terhindar dari gangguan jin, binatang dan dan mata jahat manusia, adalah:
اِنىِّ أَعِيْذُكَ بِكَلِمَاةِ اللهِ التّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ. رواه البخارى
Innï u’ïdzuka bi kalimäti-l-lähi-t-tämmati min kulli syaithänin wa hämmatin wa min kulli ‘ainin lämmatin.Artinya: Sesungguhnya aku memperlindungkan kepada-Mu (anak ini) dengan kalimat-kalimat Allah yang Sempurna, dari segala gangguan syetan dan gangguan binatang, serta gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya.
Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam mengucapkan doa ini untuk dua cucu beliau Hasan dan Husain, agar terhindar dari godaan setan dan hal-hal yang berbahaya lainnya.
Sedangkan para ulama memaknai hammah dalam Hadits di atas sebagai makhluk berbisa yang bisa membunuh, seperti ular dan lainnya. Sedangkan ‘ain laammah adalah mata, yang bisa menyebabkan keburukan bagi objek yang dipandangnya. (Al-Adzar, halaman 234).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar