Senin, 06 Januari 2014

KISAH SAAT KELAK NABI ISA AS TURUN KE BUMI DAN MEMBUNUH DAJJAL

Rasulullah shalallahu alaihiwasallam
bersabda :
“Demi Allah, sesungguhnya Isa putra
Maryam akan turun ke bumi sebagai
hakim yang adil, akan membebaskan
jizyah, unta-unta muda akan dibiarkan
hingga tidak ada yang mau
mengurusinya lagi, sifat bakhil, saling
membenci, dan saling dengki akan
hilang, dan orang-orang akan
memanggil-manggil orang lain yang
mau menerima hartanya
(shadaqahnya), tetapi tidak ada
seorangpun yang mau menerimanya.
[Shahih Muslim, Bab Nuzuuli Isa ‘Alai
hissalam 2:192]
Pada suatu masa nanti , Imam Mahdi
melakukan peperangan dengan Dajjal
di daerah Bani Hasyim. Disana kaum
muslimin di kejar-kejar oleh Dajjal,
namun mereka bisa lolos dengan naik
ke gunung Dukhan. Pada saat kaum
muslimin sedang dikejar-kejar oleh
Dajjal dan pengikutnya, tiba-tiba
terdengar kalau Nabi Isa a.s. turun
dari langit. Turunnya Nabi Isa ini
langsung berada di atas menara putih
yang berada di sebelah timur kota
Damaskus,yang menjadi ibu kota
Syiria. Setelah mendengar turunya
Nabi Isa a.s.di Syira, maka banyak
orang yang berbondong-bondong
datang kesana, mereka datang dengan
berbagai penjuru dunia ingin melihat
wajah Nabi Isa a.s.
Kedatangan mereka ke Damaskus
bagaikan,air yang semakin lama
semakin penuh sesak oleh lautan
manusia yang datang dari seantero
jagad,bahkan sampai terjadi orang
jatuh terinjak-injak karena padat dan
penuhnya manusia yang ingin melihat
Nabi Isa a.s.
Kedatangan Nabi Isa a.s.ini membuat
Dajjal kalang kabut, akhirnya ia
melarikan diri.Akan tetapi Nabi Isa
a.s.terus memburunya sampai
akhirnya Dajjal tertangkap oleh Nabi
Isa a.s. di daerah Babilud, yaitu
sebelah tenggara ibu kota Palestina,
Baitul Maqdis atau Yerussalem, kira-
kira jaraknya sejauh tiga kilo
meter.Ditempat itu Dajjal di bunuh
oleh Nabi Isa a.s.
Menurut sebagian cerita: Nabi Isa
a.s.tidak bisa mengejar larinya Dajjal,
Kemudian beliau bersabda kepada
bumi : “Wahai bumi telanlah kaki
Dajjal”. Pada saat itu Dajjal
menginjak tanah kampung Luth (yaitu
daerah yang dulunya menjadi
perkampungan kaum Luth). Dengan
demikian akhirnya Dajjal tidak bisa
melarikan diri lagi, kemudian Nabi Isa
a.s.mendatanginya dengan menatap
tajam wajah Dajjal, beliau lalu berkata
kepada Dajjal : “Wahai Dajjal engkau
telah mengaku sebagai Tuhan, yang
menciptakan langit dan bumi
seisinya. Sudah berapa lama engkau
hidup di dunia ini?, dan sudah berapa
banyak umat manusia yang telah
engkau sesatkan?, sekarang siapa
yang akan engkau sembah?,
Mendengar bentakan Nabi Isa
a.s.demikian itu,Dajjal bungkam
seribu bahasa,ia tidak berani berkutik
sedikitpunjuga tidak berani
membantah.Menurut sewaktu nabi Isa
a.s.membentak dirinya,mulut Nabi Isa
a.s. bagaikan suara halilintar yang
memenuhi isi jagad raya ini. Hal ini
yang membuat tubuh Dajjal menggigil
ketakutan, akhirnya tubuhnya itu
mengecil. Hilang kekuatannya, hilang
kewibawaannya, dan tampak
kelemahan dirinya. Tubuhnya
menggigil ketakutan, ibarat kambing
menghadapi binatang buas yang akan
memangsanya.
Tanpa membuang waktu lagi akhirnya,
Nabi Isa a.s. menancapkan pedang
pada leher Dajjal, ia meronta-ronta
kesakitan dalam sakaratul mautnya,
suaranya bagaikan sapi yang
disembelih. Pada akhirnya Dajjal mati
Sedangkan tempatnya ia kembali
adalah jelas ke neraka.
Allah subhana wa Ta'ala berfirman. :
“Isa tidak lain hanyalah seorang
hamba yang Kami berikan kepadanya
nikmat (kenabian) dan Kami jadikan
dia sebagai tanda bukti (kekuasaan
Allah) untuk Bani Israil. Dan kalau
Kami kehendaki benar-benar Kami
jadikan sebagai gantimu di muka bumi
malaikat-malaikat yang turun
temurun.
...... Dan sesungguhnya Isa itu benar-
benar adalah tanda bagi hari
kiamat...” (Az-Zukhruf: 59-61)
Ya Allah , lindungi kami , keluarga
serta anak cucu keturunan kami dan
kami dari
segala sebab keburukan iman dan dari
fitnah dajjal ,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar