Kamis, 06 September 2012

Maafkan Aku *Bu

Add caption
Hari ini adalah hari dimana teman-temanku berbahagia karena sarjana pendidikannya telah disahkan. Semua teman-temanku hiruk-pikuk hilir mudik berbondong-bondong mendatangi sebuah gedung yang akan dijadikan tempat paling bersejarah bagi teman-temanku saat ini dan aku nantinya. Di hiruk-pikuknya suasana kampus dengan campuran kebahagiaan masing-masing, aku justru duduk-duduk diruang yang selalu ramai dikunjungi mahasiswa saat awal dan akhir semester yaitu ruang tata usaha bersama teman-teman senasib seperjuanganku. Disana kami memikirkan sesuatu yang justru malah tidak berkaitan dengan skripsi dan masalah yang berkaitan dengan mahasiswa tingkat akhir, tetapi malah kita memikirkan 'kapan kita kerumah bu Erni' karena kemaren aku mendengar kabar dari temanku kalau bu Erni sedang dirawat di rumahsakit. Bu Erni atau yang bernama lengkap bu Erni Widyastuti adalah salah satu dosen pembimbingku, beliau wanita tangguh yang sungguh luar biasa hebatnya, tetapi beberapa hari ini beliau terlihat tidak seperti biasanya yang energik dan cantik dengan balutan setelan baju plus jilbab yang sangat simpel namun tetap menampakkan keanggunannya, beliau terbaring dirumah sakit karena kehamilannya yang tak kuasa menahan capainya kondisi dan situasi yang terjadi karena tuntutan aktivitasnya.

Akhirnya aku dan teman-temanku berencana mengunjungi beliau dirumahnya, karena beliau sudah pulang dari salah satu rumah sakit disekitar daerah kami. Sebelumnya kami telah mengumpulkan uang yang didapat dari iuran temen-temen kami yang sedari tadi sibuk kesana kemari druang tata usaha.Setelah terkumpul dan dirasa cukup kamipun bergegas meninggalkan suasana ramai yang membuatku ingin segera seperti mereka untuk melanjutkan misi yaitu membeli sesuatu yang akan dibawa ke TKP. Dan kita memilih untuk singgah disebuah toko buah untuk membeli parsel dan disebuah alfamart untuk membeli sesuatu lainnya, barulah selesai kami langsung bersegera menuju ke TKP dengan dua bingkisan hasil singgah kami tadi.

Sesampainya di salah satu gang yang berdekatan dengan salah satu kampus kesehatan didaerah kami, kami beserta rombongan masuk ke gang tersebut dengan kepala suku kami yang paling gagah karena dialah satu-satunya cowok yang ikut dalam rombongan kami dan akhirnya tibalah disebuah rumah yang terlihat teduh dengan campuran warna-warna cat tembok yang semakin menampakkan keserasian dan keindahannya. Kami masuk dengan sapaan dari seorang ibu muda yang cantik, beliaulah ibu dosen kami yang terlihat sangat berbeda ketika mengajar kami dikampus. Beliau begitu ramah, lembut, murah senyum, dan sangat keibuan. Sungguh akupun tertegun dibuatnya, karena benar-benar berbeda dengan kesehariannya ketika dikampus.

Aku tak henti-hentinya mendengarkan dengan cermat perkataan beliau yang begitu menggugah kembali mimpi-mimpiku yang telah ku impikan selama ini. Satu jam telah berlalu dengan candaan, diskusi, arahan dan nasehat dari beliau yang sangat menginspirasiku, kami pun berpamitan dan berfoto-foto terlebih dahulu sebagai kenang-kenangan untuk masa depan kelak sebagai pengobat rindu kami ketika sudah tak bisa bertemu lagi dengan beliau seperti sekarang ini.

Kami pulang dengan hati senang dan puas. Terutama aku, sepulang dari sana aku jadi tambah bersemangat untuk mewujudkan cita-citaku.Aku pasti bisa.Terimakasih bu, hatimu begitu baik, lembut, penuh kasih sayang dan itu semua membuatku malu atas kelakuanku yang tak pernah mau mengerti akan keadaan yang sesungguhnya terjadi. Maafkan aku bu, walaupun mungkin perkataan maafku tak cukup untuk membayar semua kesalah-kesalahanku yang telah aku lakukan kepada ibu, tetapi ijinkan aku untuk mengucapkan kalimat itu sebagai tanda kesungguhanku kepada ibu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar