Bismillahirrohmanirrohim
Wahai
Pemuda!
Segala
puji bagi Allah yang tiada Tuhan melainkan Dia. Semoga shalawat dan salam tetap
tercurah kepada Muhammad, imam para pembaru dan penghulu para mujahid,
keluarga, sahabat dan para tabi’in.
Karakter
yang melekat pada diri pemuda yakni iman, ikhlas, semangat dan amal menjadikan
pemuda sebagai pilar kebangkitan yang sudah tidak dipungkiri lagi
keberadaannya. Dalam setiap kebangkitan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya.
Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya.
“Sesungguhnya mereka itu adalah
pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan kami tambahkan kepada mereka
petunjuk.” (Al-Kahfi: 13)
Kehidupan
yang terjadi disekitar pemuda
mempengaruhi proses terjadinya gerak dan pola pikir yang mengarahkan
mereka pada tingkahlaku yang seperti apa yang seharusnya mereka lakukan.
Barangkali dengan ancaman yang cukup berbahaya yang menjadikan pemuda terbuka
matanya dengan keadaan kehidupan umat yang terus berjihad dan berjuang untuk
mendapatkan hak dan kebebasannya.
Wahai
pemuda!
“Allah menyatakan bahwasanya tidak
ada Tuhan melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan
orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tiada Tuhan
melainkan Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (Ali-Imron:
18)
“Pada hari ini telah kusempurnakan
untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah kuridhoi
islam itu sebagai agamu bagimu.” (Al-Maidah: 3)
Tidak
ada fikrah yang benar kecuali satu yaitu islam, diatas islam fikrah itu tegak,
kepada islam fikrah itu bersandar, demi islam fikrah itu berjihad, dan karena
meninggikan kalimatnya fikrah itu berjihad.
“Barangsiapa mencari agama selain
agama islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) darinya, dan dia
di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali-Imron: 85)
Sebagai
aktivis kewajiban yang harusan dilakukan adalah menyampaikan kepada manusia
tentang batas-batas islam ini secara jelas dan sempurna, tanpa ditambah dan
dikurangi, dan tidak pula membuat rancu ajarannya, serta menuntut dan
mengkondisikan mereka untuk mewujudkannya dalam amal nyata. Dengan Kitab Allah
yang tiada kebatilan didepan dan dibelakangnya, Sunah Rasul yang shahih, dan sirah kaum salaf dari umat ini sebagai
tiang penyangganya.
Wahai
pemuda!
“Kamu adalah umat terbaik yang
dilahirkan untuk manusia menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang
mungkar, dan beriman kepada Allah.” (Ali Imron: 110)
“Dan demikian pula kami telah
menjadikan kamu (umat islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu mnjadi saksi
atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas perbuatan kamu.” (Al-Baqarah:
143)
Oleh
karena itu, perbaruilah iman, kemudian tentukan sasaran dan tujuan langkah
kalian. Sesungguhnya, kekuatan pertama adalah iman, buah dari iman adalah
kesatuan, dan konsekuensi logis dari kesatuan adalah kemenangan yang gemilang.
Oleh karenanya, berimanlah kalian, eratkanlah ukhuwah, sadarilah, dan kemudian
tunggulah (setelah itu) datangnya kemenangan.
“Berikan kabar gembira pada
orang-orang yang beriman”
Wahai
pemuda!
Sesungguhnya,
terdapat beberapa tahapan dan langkah-langkah untuk mewujudkan sebuah tatanan
dalam kehidupan manusia:
1.
Pribadi muslim,
2.
Rumah tangga yang islami,
3.
Bangsa yang muslim,
4.
Pemerintahan islam,
5.
Kesatuan negara islam dalam dunia,
6.
Berkibarnya panji islam dalam jagad
raya,
7.
Setiap penguasa patuh dan tunduk
terhadap islam.
Wahai
pemuda!
“(Yaitu) orang-orang (yang menaati
Allah dan Rasul-Nya) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan,
‘Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena
itu takutlah kepada mereka,’ maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan
mereka menjawab, ‘Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah sebaik-baik
pelindung.’“ (Ali Imran: 173)
Janganlah
merasa resah dan janganlah merasa lemah. Dan janganlan menjadikan pemisah
antara agama dengan politik karena sesungguhnya itu bukanlah ajaran islam.
Islam sebagai akidah dan ibadah, negara dan kewarganegaraan, akhlak dan materi,
budaya dan undang-undang, serta toleransi dan kekuatan. Islam sebagai paripurna
yang melingkupi seluruh aspek kehidupan, mengatur perkara dunia sebagaimana dia
mengatur perkara akhirat. Dan Islam merupakan agama dan daulah, mushaf dan
pedang. Yakinlah!
“Sesungguhnya agama ini kokoh, maka
masukilah dengan cara yang lembut....”
Islam
datang untuk mewujudkan kebaikan bagi sekalian manusia dan sebagai rahmatan lil ‘alamin. Dan tidak
membeda-bedakan hati dan membelah-belah dada.
“Kami tidak membeda-bedakan antara
seseorang pun dari rasul-rasul-Nya.”
Islam
telah mengharamkan permusuhan, sampai-sampai dalam keadaan marah dan benci
sekalipun. Allah berfirman:
“Dan jangan sekali-kali kebencianmu
kepada suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah
karena adil itu lebih dekat kepada taqwa.” (Al-Maidah: 8)
Islam
juga memerintahkan untuk berbuat baik (ihsan) antara sesama warga negara, meski
berbeda ideologi dan agama.
“Allah tidak melarang kamu untuk
berbuat baik dan berlaku adil kepada orang-orang yang tiada memerangimu karena
agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu.”
Wahai
pemuda!
Janganlah
kalian menolak, bersikap plin-plan, meragukan, dan bimbang diantara isme-isme
yang penuh syubhat dan sistem yang nyata-nyata telah gagal, maka sesungguhnya
barisan Allah akan tetap berlalu tanpa harus dipusingkan oleh sedikit atau
banyaknya jumlah.
“Dan tiadalah kemenangan itu
kecuali dari sisi Allah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
Percayalah
akan kemenangan yang dulu telah direngkuh oleh umat terdahulu, jika tidak ingin
berlarut-larut dalam kehidupan dunia yang semu. Dan bersiaplah untuk bertempur
dibumi mana ia bercokol hingga dunia seluruhnya menyuarakan dakwah atas nama
Nabi Muhammad SAW. Dan menanamkan keyakinan kepada semua bangsa terhadap
nilai-nilai islam. Dengan demikian, terkembanglah payung islam mengayomi
seluruh bumi.
“Bagi Allah-lah urusan sebelum dan
sesudah (mereka menang). Dan dihari kemenangan itu bergembiralah orang-orang
yang beriman karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa saja yang
dikehendaki-Nya dan Dialah yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.” (Ar-Ruum:
30)
Wahai
pemuda!
Islam
merupakan negara dan kewarganegaraan, dengan demikian diperlukan adanya sebuah
pengaturan dalam sistem negara demi terwujudnya bangsa yang islami, penegakan
nilai-nilai islam adalah kuncinya:
1. Menegakkan
sistem perundangan dalam negri, (Al-Maidah: 49)
2. Menegakkan
sistem perundangan yang mengatur hubungan negara dengan berbagai bengsa
didunia, (Al-Baqarah: 143)
3. Menegakkan
hukum peradilan yang berpijak pada ayat Qur’an, (An-Nisa: 65)
4. Menegakkan
sistem perundangan pertahanan dan keamanan serta militer, untuk merealisasi
anjuran sikap siaga menghadapi perintah yang tertuang dalam Qur’an, (At-Taubah:
41)
5. Menegakkan
sistem ekonomi yang mandiri untuk mengatur kekayaan alam dan harta benda, baik
bagi negara maupun pribadi warga negaranya, (An-Nisa: 5)
6. Menegakkan
sistem pendidikan dan pengajaran dalam rangka memberantas kebodohan, sesuai
dengan pesan Ilahi dalam Qur’an, (Al-‘Alaq: 1)
7. Menegakkan
undang-undang keluarga dan kerumahtanggaan untuk menciptakan suasana yang
kondusif bagi pendidikan anak dirumah, baik putra maupun putri, (At-Tahrim: 6)
8. Menegakkan
sistem perundangan yang mengatur perilaku individu untuk mewujudkan
keberhasilan hidup yang dicita-citakan, sesuai dengan isyarat Qur’an,
(Asy-Syams)
9. Menegakkan
iklim positif secara umum untuk melindungi setiap pribadi masyarakat, baik
pejabat maupun rakyat, (Al-Qashas: 77)
Berimanlah
dengan sedalam-dalamnya, sekuat-kuatnya, sesuci-sucinya dan seabadi-abadinya
iman.
1. Iman
kepada Allah, pertolongan, dan dukungan-Nya, (Ali Imron: 160)
2. Iman
kepada Panglimanya, beserta ketulusan hati, dan kepemimpinannya, (Al-Ahzab: 21)
3. Iman
kepada sistem dengan keistimewaan dan keunggulannya, (Al-Maidah: 16)
4. Iman
kepada persaudaraan dengan hak dan kewajiban serta kesuciaanya, (Al-Hujurat:
49)
5. Iman
kepada balasan akhirat dengan keagungan dan kelipatannya, (At-Taubah: 120)
6. Iman
kepada keberadaan diri mereka sendiri.
Jadikanlah
iman sebagai bekal utama dalam dakwah dalam berjihad,
“Katakanlah, ‘Jika bapak-bapak,
anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang
kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah
tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lenih kamu cintai daripada Allah dan
Rasul-Nya dan berjihad dijalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan
keputusan-Nya...” (At-Taubah: 24)
“Sesungguhnya Allah pasti menolong
orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.
Yaitu orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka dimuka bumi niscaya
mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan
mencegah perbuatab yang mungkar, dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (Al-Hajj:
40)
Janganlah
takut dan berputus asa karena musuh yang bersenjata lengkap yang dapat langsug
menghunuskan senjatanya kejantung, dibanding dengan kalian yang hanya berbekal
iman dan jihad.
“Janganlah kamu berhati lemah dalam
mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya
merekapun menderita kesakitan sebagaimana kamu menderitanya, sedangkan kamu
berharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan...” (An-Nisa:
104)
Wahai
pemuda!
Jangan kecilkan arti
dirimu, dengan membanding-bandingkan. Tetap teguhlah dalam islam dan jangan
mengukur atas dakwahmu. Teruskan perjuanganmu, berkaryalah secara nyata, Allah
selalu bersamamu, sedangkan amalmu sekali-kali tidaklah sia-sia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar