Sabtu, 25 Agustus 2012

RISALAH PERGERAKAN 1 “KEPADA PARA PEMUDA DAN SECARA KHUSUS KEPADA PARA MAHASISWA”


Bismillahirrohmanirrohim
Wahai Pemuda!
Segala puji bagi Allah yang tiada Tuhan melainkan Dia. Semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada Muhammad, imam para pembaru dan penghulu para mujahid, keluarga, sahabat dan para tabi’in.
Karakter yang melekat pada diri pemuda yakni iman, ikhlas, semangat dan amal menjadikan pemuda sebagai pilar kebangkitan yang sudah tidak dipungkiri lagi keberadaannya. Dalam setiap kebangkitan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya.
“Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan kami tambahkan kepada mereka petunjuk.” (Al-Kahfi: 13)
Kehidupan yang terjadi disekitar pemuda  mempengaruhi proses terjadinya gerak dan pola pikir yang mengarahkan mereka pada tingkahlaku yang seperti apa yang seharusnya mereka lakukan. Barangkali dengan ancaman yang cukup berbahaya yang menjadikan pemuda terbuka matanya dengan keadaan kehidupan umat yang terus berjihad dan berjuang untuk mendapatkan hak dan kebebasannya.
Wahai pemuda!
“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (Ali-Imron: 18)
“Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah kuridhoi islam itu sebagai agamu bagimu.” (Al-Maidah: 3)
Tidak ada fikrah yang benar kecuali satu yaitu islam, diatas islam fikrah itu tegak, kepada islam fikrah itu bersandar, demi islam fikrah itu berjihad, dan karena meninggikan kalimatnya fikrah itu berjihad.
“Barangsiapa mencari agama selain agama islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali-Imron: 85)
Sebagai aktivis kewajiban yang harusan dilakukan adalah menyampaikan kepada manusia tentang batas-batas islam ini secara jelas dan sempurna, tanpa ditambah dan dikurangi, dan tidak pula membuat rancu ajarannya, serta menuntut dan mengkondisikan mereka untuk mewujudkannya dalam amal nyata. Dengan Kitab Allah yang tiada kebatilan didepan dan dibelakangnya, Sunah Rasul yang shahih, dan sirah kaum salaf dari umat ini sebagai tiang penyangganya.
Wahai pemuda!
“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (Ali Imron: 110)
“Dan demikian pula kami telah menjadikan kamu (umat islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu mnjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas perbuatan kamu.” (Al-Baqarah: 143)
Oleh karena itu, perbaruilah iman, kemudian tentukan sasaran dan tujuan langkah kalian. Sesungguhnya, kekuatan pertama adalah iman, buah dari iman adalah kesatuan, dan konsekuensi logis dari kesatuan adalah kemenangan yang gemilang. Oleh karenanya, berimanlah kalian, eratkanlah ukhuwah, sadarilah, dan kemudian tunggulah (setelah itu) datangnya kemenangan.
“Berikan kabar gembira pada orang-orang yang beriman”
Wahai pemuda!
Sesungguhnya, terdapat beberapa tahapan dan langkah-langkah untuk mewujudkan sebuah tatanan dalam kehidupan manusia:
1.         Pribadi muslim,
2.         Rumah tangga yang islami,
3.         Bangsa yang muslim,
4.         Pemerintahan islam,
5.         Kesatuan negara islam dalam dunia,
6.         Berkibarnya panji islam dalam jagad raya,
7.         Setiap penguasa patuh dan tunduk terhadap islam.
Wahai pemuda!
“(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul-Nya) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, ‘Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,’ maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, ‘Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah sebaik-baik pelindung.’“ (Ali Imran: 173)
Janganlah merasa resah dan janganlah merasa lemah. Dan janganlan menjadikan pemisah antara agama dengan politik karena sesungguhnya itu bukanlah ajaran islam. Islam sebagai akidah dan ibadah, negara dan kewarganegaraan, akhlak dan materi, budaya dan undang-undang, serta toleransi dan kekuatan. Islam sebagai paripurna yang melingkupi seluruh aspek kehidupan, mengatur perkara dunia sebagaimana dia mengatur perkara akhirat. Dan Islam merupakan agama dan daulah, mushaf dan pedang. Yakinlah!
“Sesungguhnya agama ini kokoh, maka masukilah dengan cara yang lembut....”
Islam datang untuk mewujudkan kebaikan bagi sekalian manusia dan sebagai rahmatan lil ‘alamin. Dan tidak membeda-bedakan hati dan membelah-belah dada.
“Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun dari rasul-rasul-Nya.”
Islam telah mengharamkan permusuhan, sampai-sampai dalam keadaan marah dan benci sekalipun. Allah berfirman:
“Dan jangan sekali-kali kebencianmu kepada suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat kepada taqwa.” (Al-Maidah: 8)
Islam juga memerintahkan untuk berbuat baik (ihsan) antara sesama warga negara, meski berbeda ideologi dan agama.
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil kepada orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu.”
Wahai pemuda!
Janganlah kalian menolak, bersikap plin-plan, meragukan, dan bimbang diantara isme-isme yang penuh syubhat dan sistem yang nyata-nyata telah gagal, maka sesungguhnya barisan Allah akan tetap berlalu tanpa harus dipusingkan oleh sedikit atau banyaknya jumlah.
“Dan tiadalah kemenangan itu kecuali dari sisi Allah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
Percayalah akan kemenangan yang dulu telah direngkuh oleh umat terdahulu, jika tidak ingin berlarut-larut dalam kehidupan dunia yang semu. Dan bersiaplah untuk bertempur dibumi mana ia bercokol hingga dunia seluruhnya menyuarakan dakwah atas nama Nabi Muhammad SAW. Dan menanamkan keyakinan kepada semua bangsa terhadap nilai-nilai islam. Dengan demikian, terkembanglah payung islam mengayomi seluruh bumi.
“Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan dihari kemenangan itu bergembiralah orang-orang yang beriman karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa saja yang dikehendaki-Nya dan Dialah yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.” (Ar-Ruum: 30)
Wahai pemuda!
Islam merupakan negara dan kewarganegaraan, dengan demikian diperlukan adanya sebuah pengaturan dalam sistem negara demi terwujudnya bangsa yang islami, penegakan nilai-nilai islam adalah kuncinya:
1.      Menegakkan sistem perundangan dalam negri, (Al-Maidah: 49)
2.      Menegakkan sistem perundangan yang mengatur hubungan negara dengan berbagai bengsa didunia, (Al-Baqarah: 143)
3.      Menegakkan hukum peradilan yang berpijak pada ayat Qur’an, (An-Nisa: 65)
4.      Menegakkan sistem perundangan pertahanan dan keamanan serta militer, untuk merealisasi anjuran sikap siaga menghadapi perintah yang tertuang dalam Qur’an, (At-Taubah: 41)
5.      Menegakkan sistem ekonomi yang mandiri untuk mengatur kekayaan alam dan harta benda, baik bagi negara maupun pribadi warga negaranya, (An-Nisa: 5)
6.      Menegakkan sistem pendidikan dan pengajaran dalam rangka memberantas kebodohan, sesuai dengan pesan Ilahi dalam Qur’an, (Al-‘Alaq: 1)
7.      Menegakkan undang-undang keluarga dan kerumahtanggaan untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi pendidikan anak dirumah, baik putra maupun putri, (At-Tahrim: 6)
8.      Menegakkan sistem perundangan yang mengatur perilaku individu untuk mewujudkan keberhasilan hidup yang dicita-citakan, sesuai dengan isyarat Qur’an, (Asy-Syams)
9.      Menegakkan iklim positif secara umum untuk melindungi setiap pribadi masyarakat, baik pejabat maupun rakyat, (Al-Qashas: 77)
Berimanlah dengan sedalam-dalamnya, sekuat-kuatnya, sesuci-sucinya dan seabadi-abadinya iman.
1.      Iman kepada Allah, pertolongan, dan dukungan-Nya, (Ali Imron: 160)
2.      Iman kepada Panglimanya, beserta ketulusan hati, dan kepemimpinannya, (Al-Ahzab: 21)
3.      Iman kepada sistem dengan keistimewaan dan keunggulannya, (Al-Maidah: 16)
4.      Iman kepada persaudaraan dengan hak dan kewajiban serta kesuciaanya, (Al-Hujurat: 49)
5.      Iman kepada balasan akhirat dengan keagungan dan kelipatannya, (At-Taubah: 120)
6.      Iman kepada keberadaan diri mereka sendiri.
Jadikanlah iman sebagai bekal utama dalam dakwah dalam berjihad,
“Katakanlah, ‘Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lenih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad dijalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya...” (At-Taubah: 24)
“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa. Yaitu orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka dimuka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah perbuatab yang mungkar, dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (Al-Hajj: 40)
Janganlah takut dan berputus asa karena musuh yang bersenjata lengkap yang dapat langsug menghunuskan senjatanya kejantung, dibanding dengan kalian yang hanya berbekal iman dan jihad.
“Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan sebagaimana kamu menderitanya, sedangkan kamu berharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan...” (An-Nisa: 104)
Wahai pemuda!
Jangan kecilkan arti dirimu, dengan membanding-bandingkan. Tetap teguhlah dalam islam dan jangan mengukur atas dakwahmu. Teruskan perjuanganmu, berkaryalah secara nyata, Allah selalu bersamamu, sedangkan amalmu sekali-kali tidaklah sia-sia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar