Rabu, 27 Maret 2013

CAO DAI, Agama Penyembah Dajjal


Sejak Baginda Rasulullah Muhammad saw masih hidup, Baginda Rasulullah saw telah mengatakan bahaya dari fitnah Dajjal si pendusta. Bahkan Rasulullah saw menjelaskan ciri-ciri fisik dari Dajjal ini agar kita, kaum muslimin bisa menjauhi dari diri dan fitnah yang ditimbulkannya. Dan menjelaskan bahwa Allah SWT tidak buta.

Kini, berabad-abad lamanya sejak Baginda Rasulullah Muhammad saw telah wafat, banyak orang yang bukannya menjauhinya, malah menjadi pengikutnya.
Di Vietnam, tepatnya di kota Tay Ninh kini sudah berdiri sebuah kuil yang dijadikan tempat pemujaan terhadap Dajjal si messiah pendusta. Agama yang menuhankan Dajjal ini bernama agama Dao Cao Dai atau sering disebut sebagai agama Cao Dai saja. Agama baru ini dibentuk pada tahun 1926 di Vietnam. Agama ini sendiri bersifat sinkretis, yakni menyatukan semua agama yang ada di dunia dalam satu agama saja, yang menyembah Tuhan yang satu, yakni Dajjal itu sendiri.

Cao Dai sendiri bermakna “tempat yang tinggi” atau secara harafiahnya bermakna di tempat tertinggi dimana Tuhan berada. Pengikut Cao Dai mempercayai bahwa agama beserta pengajaran, simbolisme, dan organisasinya ditunjukkan langsung oleh Tuhan. Mereka meyakini pengajaran Buddhisme, Taoisme, Konfusianisme dan Kristen, Islam dan Sinkh.

Para pengikut agama Cao Dai di Vietnam

Untuk melakukan ibadahnya aliran Cao Dai ini memiliki tempat yang dinamakan Cao Dai Temple. Cao Dai Temple berada di Tay Ninh, yang berjarak 100 km dari Ho Chi Minh. Bangunan yang berwarna-warni ini juga memiliki arti yang melambangkan masing-masing kepercayaan di dalamnya. Tampak kombinasi antara bangunan masjid, pagoda indochine dan katedral. Jika Anda masuk ke dalamnya, dinding-dinding yang berada di tengah hall memiliki beberapa patung ukiran yang menjadikan simbol kepercayaan, seperti patung ukiran Yesus, Hindu Brahma, Budha, Sufi Sikh, dan bahkan Nabi Muhammad (?), tentu saja ini bentuk lain dari sebuah pelecehan terhadap Baginda Nabi besar Muhammad saw. Dan parahnya, mereka ditempatkan dengan saling berdampingan.

Agama ini pertama mulai diketahui oleh kaum muslimin, melalui sebuah program televisi di BBC yang melakukan wisata rohani ke 80 agama yang ada di dunia.

Logo Piramid All Seing Eye di jendela Kuil Cao Dai

Jika kita mengunjungi kuil ini di Vietnam, maka, akan kita temukan sebuah berhala yang ditempatkan di dalam kuil ini yang secara jelas ditujukan kepada penyembahan terhadap Dajjal si mata satu. Karena ada sebuah berhala yang ukurannya besar yang ditempatkan di dalam dengan gambar mata satu. Ornamen mata satu ini sendiri juga ditempatkan di dinding kuil, lengkap dengan segitiga mata satu kas logo piramid Illuminati (All Seeing Eye), juga di baju ibadah para pendeta agama Cao Dai ini.

Para pendeta Cao Dai

Bagi mereka yang tidak paham, maka, agama ini tampak seperti agama yang bagus, karena menggambarkan kerukunan antar umat beragama. Dimana semuanya saling menghormati dan berdampingan tanpa ada rasa permusuhan. Padahal agama ini sendiri sebenarnya adalah bentuk lain dari ajaran kaum Pagan Kabbalah Yahudi, yang dipraktekkan oleh kelompok rahasia secret societies seperti Illuminati, Freemasonry, Rosikrusian dan lain sebagainya dan
menjadi tujuan mereka untuk menyatukan semua agama dalam panji dan jugayang sesuai dengan ajaran Yahudi, agar nantinya kaum Yahudi mudah memperbudak orang-orang diluar agama mereka, yang mereka anggap lebih hina dari seekor anjing. Agama ini sekarang kita kenal dengan sebutan agama New Age.

Dan dengan melihat ini semua, banyak peneliti yang menganggap jika agama Cao Dai ini memang didanai langsung oleh kaum Freemason dan Illuminati. Kini pengikut agama Cao Dai ini diperkirakan berjumlah antara 2-3 juta jiwa di Vietnam dan di berbagai negara lain.

Berlindung dari Fitnah Dajjal

Patung yang disembah penganut agama Cao Dai

Kata Dajjal berasal dari kata Al-Kadzdzab yaitu Pembohong Besar, dinamakan demikian karena Dajjal suka menutup-nutupi kebenaran dengan kebatilan dan menyembunyikan kekafirannya dihadapan manusia dengan berbagai kebohongan.

Dajjal adalah keturunan Adam as. Kehadirannya ditengah-tengah umat manusia di akhir zaman nanti dapat dideteksi dan dirasakan oleh setiap individu orang beriman. Hal tersebut karena Dajjal memiliki karakteristik yang dapat dikenali oleh setiap mukmin sebagaimana yang telah digambarkan dan disebutkan ciri-cirinya di dalam hadis Nabi Muhammad saw.

Diantara ciri-ciri karakteristik seorang Dajjal ialah ia adalah seorang pemuda berkulit merah, berperawakan gemuk pendek, berambut keriting, keningnya bening, mata sebelah kanannya buta, sedangkan kedua bola matanya tidak berbentuk cekung ataupun cembung, selaput mata kirinya agak lebih tebal, tertulis diantara kedua matanya huruf-huruf “KAFIR” dengan tulisan tanpa terputus. Setiap orang apabila menoleh kepada wajahnya, maka dapat melihat dengan jelas tulisan tersebut. Ia tidak memiliki keturunan karena telah ditakdirkan sebagai seorang laki-laki yang impoten.

Bahaya dan bencana fitnah Dajjal tersebut dipandang sebagai yang terbesar dan terdahsyat sepanjang sejarah kehidupan manusia. Untuk menghadapi Al Masih Dajjal dan mengantisipasi setiap diri dari berbagai macam pengaruh jahat yang ditimbulkan dari berbagai fitnahnya, Nabi Muhammad saw memberikan kiat-kiat khusus yang diharapkan setiap individu mukmin dapat membentengi diri dari kejahatan Dajjal. Berikut rangkumannya yang penulis kutip dari buku Ikhwan Fauzi, Lc., “Fenomena Kiamat”:

Berpegang teguh dengan Islam.

Berlindung kepada Allah SWT dari bahaya fitnah Dajjal. Diriwayatkan dari Aisyah istri Nabi Muhammad saw, bahwa Rasulullah saw dahulu selalu berdoa di dalam shalatnya dengan ucapan: “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksaan kubur dan aku pun berlindung dari mara bahaya fitnah Al-Masih Dajjal.” (HR. Bukhari). Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda: “Apabila salahs eorang dari kalian melakukan tasyahud (di dalam shalat) maka hendaklah ia berlindung kepada Allah dari empat hal, Rasulullah saw berucap: “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian, kejahatan fitnah Al-Masih Dajjal.” (HR. Muslim).

Menghafal sepuluh ayat dari permulaan dan akhir Surah Al-Kahfi. Diriwayatkan dari Abu Darda’ ra, Nabi Muhammad saw bersabda: “Siapa yang dapat menghafal sepulut ayat Surah Al-Kahfi, nisacaya ia terlindungi dari bahaya Dajjal.” (HR. Muslim).

Dan yang terakhir adalah dengan menjauhi Dajjal sejauh mungkin.

Wallahu a’lam bisshawwab. (toni/dari berbagai sumber)

Sabtu, 16 Maret 2013

6 Golongan Manusia Yang Shalatnya Sia-Sia

Di antara dukun-dukun ini ada yang mengelabui pasiennya dengan menambahkan dan membungkus amal sihir mereka dengan berbagai ayat dan dzikir agar terkesan apa yang dilakukannya adalah benar
BERIKUT ini adalah deretan manusia yang shalat mereka sia-sia alias tidak diterima oleh Allah Tabaraka wa Ta’ala. Sia-sianya shalat mereka bukanlah karena mereka meninggalkan syarat dan rukun shalat.

Tetapi karena perbuatan mereka di luar shalat, yaitu perbuatan yang melanggar aturan Allah dan RasulNya.
Sumber mengenai golongan-golongan tersebut dilihat dari ayat Al-Qur’an dan Hadits-hadits.

1. Orang yang mendatangi dukun dan mempercayainya

Mereka adalah orang yang mendatangi peramal, paranormal, “orang pintar”, cenayang, atau apa pun sebutan lainnya. Mereka mendatangi dalam berbagai kepentingan; seperti meramal nasib, meminta perlindungan, pengobatan, pesugihan, jodoh, supaya bisnis dan karir lancar, pelet(teluh), sihir, dan sebagainya.

Di antara dukun-dukun ini ada yang mengelabui pasiennya dengan menambahkan dan membungkus amal sihir mereka dengan berbagai ayat dan dzikir agar terkesan apa yang dilakukannya adalah benar. Padahal itu hanya bagian dari jenis talbisul iblis(perangkap syetan) kepada manusia.

2. Para peminum khamr

Golongan selanjutnya adalah para peminum khamr (minuman keras). Baik dia meminumnya hingga mabuk atau tidak, baik meminumnya sedikit atau banyak. Semua keadaan ini, baik yang mabuk atau tidak, diterangkan secara tegas bahwa keadaan mereka sama saja.

3. Budak yang lari dari majikannya sampai dia kembali lagi

Dari Abu Umamah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ثَلَاثَةٌ لَا تُجَاوِزُ صَلَاتُهُمْ آذَانَهُمْ الْعَبْدُ الْآبِقُ حَتَّى يَرْجِعَ ….

“Tiga golongan manusia yang shalatnya tidak sampai telinga mereka, yakni: budak yang kabur sampai dia kembali …

Apa maksud “shalatnya tidak sampai telinga mereka” ? Berkata Syaikh Abul Hasan Al Mubarkafuri
Rahimahullah:

Makna budak yang kabur adalah orang yang meninggalkan tanggung jawab mereka dengan sengaja sehingga seseorang merugi atau terlantar karenanya.

4. Istri yang tidur sementara suami marah kepadanya

Lanjutan hadits di atas:

وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ ……

Isteri yang tidur sementara suaminya marah kepadanya

Bahkan ini merupakan dosa besar. Syaikh Waliyuddin At Tibrizi, mengutip dari Imam Asy Syaukani Rahimahullah, katanya:

إن اغضاب المرأة لزوجها حتى يبيت ساخطاً عليها من الكبائر. وهذا إذا كان غضبها عليها بحق.

Sesungguhnya wanita yang membuat marah suaminya sampai dia tertidur masih marah kepadanya, ini adalah termasuk dosa besar. Ini jika marahnya disebabkan alasan yang haq (benar). (Misykah Al Mashabih, 4/109)

5. Pemimpin yang dibenci kaumnya

kebencian yang disebabkan bukan urusan dunia antara pemimpin dengan kaumnya itu, tetapi urusan agama. Baik karena pemimpin itu fasik, suka bermaksiat, koruptor, ahli bid’ah, dan sebagainya.

Syaikh Abul ‘Ala Al Mubarkafuri Rahimahullah berkata:

6. Orang yang memutuskan silaturrahim

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

ثَلَاثَةٌ لَا تَرْتَفِعُ صَلَاتُهُمْ فَوْقَ رُءُوسِهِمْ شِبْرًا رَجُلٌ أَمَّ قَوْمًا وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ وَأَخَوَانِ مُتَصَارِمَانِ

“Ada tiga manusia yang Shalat mereka tidaklah naik melebihi kepala mereka walau sejengkal: yakni seorang yang mengimami sebuah kaum tetapi kaum itu membencinya, seorang isteri yang tidur sementara suaminya sedang marah padanya, dan dua orang bersaudara yang saling memutuskan silaturahim.”

Hal ini adalah jika terjadi karena urusan dunia, seperti merebutkan warisan, persaingan bisnis, dan semisalnya, yang membuat mereka memutuskan silaturrahim.

Namun, jika memutuskan hubungan karena faktor kepentingan agama, seperti memutuskan hubungan terhadap ahli bid’ah dan ahli maksiat, dalam rangka memberikan pelajaran kepada mereka, maka ini tidak apa-apa.

Selasa, 12 Maret 2013

Sampaikanlah kepada Wanita…

Sampaikanlah kepada Wanita…

Kecantikannya dapat menyalakan dunia ini. Dia ibarat sepotong surga yang menyilaukan mata siapapun yang melihatnya. Namun jika kecantikan ini terserak, maka akan menjadi hidangan yang ternikmat bagi nafsu jalang manusia. Kecantikan itu yang akan membawanya menduduki level yang pantas baginya, entah yang paling terhormat, ataupun yang paling terhina.

Sampaikanlah kepada Wanita…

Godaan dan rayuannya, dapat melayangkan dan melenakan siapapun menuju sebuah dunia yang tidak lagi dikenali manusia. Adakah di dunia ini racun yang lebih hebat selain yang timbul dari fitnah seorang wanita? Atau adakah madu yang lebih manis selain yang hadir dalam keindahan wanita?

Sampaikanlah kepada Wanita…

keteduhannya dapat menenangkan dalam dahsyatnya hati yang bergolak. Dia adalah cerminan dari sebuah kebijaksanaan, yang bahkan lebih dalam dari pada kewibawaan seorang laki- laki.

Keteduhan itu bisa hadir dari kesabarannya. Jika wanita bisa bersabar menghadapi dirinya sendiri dan semua cobaan yang datang kepadanya, maka dunia ini akan tetap baik- baik saja.

Keteduhan itu bisa hadir dalam lisannya. Lisan mereka adalah ibarat pisau bermata dua, dia bisa jadi penegak atau penghancur suaminya. Semua tergantung kepada pilihan yang berakar dari kebijakan hatinya sendiri.

Keteduhan juga dapat hadir dalam semangatnya. Semangat wanita adalah penguat. Walaupun dengan kelemahan fisik, namun keteguhan jiwa wanita dapat mengubah dunia dari kegelapan menjadi penuh cahaya, meleburkan keputusasaan menjadi niat yang tangguh, bahkan mampu untuk memindahkan gunung sekalipun.

Keteduhan juga hadir pula dalam kelembutannya. Lembutnya wanita adalah refleksi dari keagungan dan kasih sayang Allah, yang muncul di dunia. Ya, dimana lagi tempat berteduh yang lebih hangat di dunia ini, selain dalam dekapan ibu?

Keteduhan itu hadir dalam ketaatannya. Taatnya dia kepada Allah, mengantarkannya menuju tempat yang indah, namun akan sangat masih asing bagi mata manusia, yaitu surga. Taatnya kepada sang suami akan menjauhkan cacat harga diri seorang laki- laki, dan menjadikan wanita sebuah simpanan yang terbaik, bahkan dari yang pernah ada.

Sampaikanlah kepada wanita…

Namun, dia bisa saja menjadi pemusnah kebahagiaan yang tidak akan lekang oleh waktu.

Kesedihan itu akan hadir dalam setiap tuntutannya yang jauh dari kata pantas. Dunia akan diliputi oleh rasa repot jika seorang wanita sudah tidak mengerti arti sebuah rasa syukur atas dunia.

Kehancuran itu hadir dalam pembangkangannya. Jika seorang wanita telah menjadi budak dari nafsunya sendiri, dan merasa pantas untuk menjadi yang paling berakal dari yang lainnya, maka lihatlah bahwa sebenarnya perasaan yang sudah meliputi dirinya tersebut, akan mengombang- ambingkan dalam sebuah ukuran yang tidak pasti dan berakhir dalam kebingungannya sendiri.

Sampaikanlah kepada wanita, keindahan itu adalah tentang hati, jiwa dan pikirannya yang selalu dekat hanya kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Sampaikanlah kepada wanita, bahwa dia adalah indah, bahkan terlalu indah untuk mereka sia- siakan sendiri.

Sampaikanlah kepada wanita, bahwa dirinya lah sendiri, penyambung ataupun pemutus semua keindahan itu.

*Mukjizat & Doa